Cari di Blog ini


Home Hubungi Saya
2009-10-15

STRUKTUR ORGANISASI GEREJA KATOLIK  

 

Sri Paus dan Negara Vatikan

Menurut kepercayaan dalam Agama Katolik, maka kepala Gereja adalah Sri Yesus yang dalam bentuk nampak sehari-hari di dunia diwakili oleh Sri Paus. Jadi Sri Paus adalah Wakil Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja. Gereja Katolik mendasarkan hal ini pada ayat dalam Injil Mateus 16:18: "Petrus, engkau adalah batu karang; di atas karang padas ini akan kudirikan Gerejaku. Kuasa mautpun tidak dapat mengalahkannya." Jadi menurut tradisi Gereja Katolik Petrus diakui sebagai Paus yang Pertama.  Pelantikan Petrus sebagai Paus yang pertama, kemudian diikuti juga dengan penugasannya yang tertera dalam dialog Yesus dan Petrus seperti ditulis dalam Injil Yohanes 21:15-19, dimana Sri Yesus bertanya: "Petrus, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari yang lain?" Jawab Petrus: "Ya Tuhan, Tuhan mengetahui bahwa hamba mengasihi Tuhan." Yesus berkata: "Gembalakanlah segala dombaku." Dialog itu berlangsung sampai tiga kali dengan kata-kata yang sama.  Gereja Protestanpun mengakui bahwa Sri Yesus Kristus adalah Kepala Gerejanya, tetapi tidak mengakui kekuasaan Petrus sebagai Paus pertama dan dengan demikian juga tidak mengakui penggantinya sampai yang sekarang.  Semenjak Petrus sebagai Paus pertama sampai kepada Paus Paulus VI terdapat 263 orang Paus. Jadi Sri Paus Paulus VI adalah Paus yang ke 263. Bagaimana cara memilib nama seorang Paus? Seorang Kardinal yang terpilih menjadi Paus bebas memilih namanya. Jika dia memilih nama Yohanes, maka dilihat dalam daftar para Paus nama itu sudah dipakai oleh 23 orang Paus terdahulu, maka Paus yang sekarang bergelar Sri Paus Yohanes ke XXIV. Jika dia memilih nama Pius, sedang nama itu pernah dipakai oleh 12 pendahulunya, maka dia bergelar Paus Pius XIII; jika pengganti Paus Paulus VI memilih nama Paulus, maka dia bergelar Sri Paus Paulus VII, demikian seterusnya.  Gelar-gelar Sri Paus adalah: Kepala Gereja Katolik. pengganti Petrus, Primas (Pangeran) Gereja Katolik, Uskup kota Roma, Kepala Negara Vatikan.  Dalam urusan dunia Sri Paus adalah Kepala Negara Vatikan; Vatikan adalah negara kota seperti Singapura atau Monaco, yang luasnya 44 Ha. Didalamnya terdapat jalan raya, 2 buah Gereja besar diantaranya basilika St. Petrus, istana Sri Paus cita del Vatikano, gedung-gedung Kementerian (Konggregasi) yang berjumlah 10 dan sebuah Universitas Kepausan Gregorian. Vatikan sebagai negara terletak ditengah kota Roma (Itali) tetapi lepas dari pengaruh negara Italia.  Negara Vatikan mulai berdiri semenjak abad ke VIII, tetapi kemudian oleh gerakan Persatuan Itali Raya dibawah pimpinan Garibaldi dicaplok dan dijadikan bagian dari Negara Itali Raya semenjak tahun 1871. Jadi semenjak tahun itu Sri Paus hanya menjadi kepala Gereja saja, bukan seorang Kepala Negara yang berdaulat dan merdeka; bahkan dia lalu menjadi warga negara Italia. Usaha ke arah pemulihan kemerdekaan terus diusahakan dan baru tahun 1929 berhasil ditanda tangani Perjanjian Veteranen antara Sri Paus Pius XI dan Benedicto Musolini pemimpin Negara Itali waktu itu. Dalam Perjanjian itu ditegaskan bahwa kedaulatan Sri Paus dikembalikan dan diakui oleh Itali sebagai negara yang merdeka lepas dari Itali. Semua milik Gereja yang pernah disita dikembalikan.  Negara Vatikan juga disebut Negara Gereja. Dan sebagai negara, maka Vatikan juga mempanyai alat-alat perlengkapan sebagai negara. Terdapat 10 Kementerian yang disebut Konggregasi misalnya Konggregasi Suci Kepausan untuk urusan ibadat Suci, Konggregasi Kepausan untuk urusan orang-orang Kudus, dan lain-lain. Untuk urusan luar negeri diurus oleh Seketariat Negara. Sebagai suatu negara maka Vatikan juga mempunyai Duta Besar di negara lain, yang disebut Pro Nuncio atau Nunciatur; dan juga negara lain ada juga yang mempunyai Duta Besar Vatikan; Kedutaan Besar Vatikan di Indonesia di Jalan Medan Merdeka Timur, sedang pada waktu ini (1977) yang menjabat Nunciatur adalah Mgr. (di baca Monsinyur) Vincentio Varargo, sedang duta Besar kita di Vatikan adalah RM. Soebadio. Vatikan juga mempunyai gedung penjara yang praktis tidak pernah digunakan. Mata uang dan perangko juga diterbitkan. Dengan demikian maka Vatikan memang merupakan suatu negara dalam arti yang sesuugguhnya.  Pakaian kebesaran Sri Paus adalah; tiara yaitu mahkota berlapis tiga yang melambangkan bahwa Sri Paus di samping seorang Raja, juga dalam memerintah mewakili Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Lalu Cincin bergambar Petrus sedang menjala ikan yang melambangkan bahwa Sri Paus meneruskan pekerjaan Petrus. Tongkat melambangkan bahwa karya gembala seperti ditugaskan Sri Yesus kepada Petrus memang sungguh diteruskan. Kasula merah, lambang Sri Paus sebagai Guru yang rela mengorbankan hidupnya (merah warna darah). Sri Yesus menurut kepercayaan orang Kristen, baik Katolik maupun Protestan berfungsi sebagai: Raja, Guru dan Gembala. Fungsi ini tampak dalam pakaian kebesaran Sri Paus.  Bagaimana cara pemilihan Paus? Pada zaman dulu, pemilihan Paus selalu mengikut sertakan Kaisar, Kepala Negara yang beragama Katolik di samping para Kardinal sebagai pembantu-pembantu Paus. Namun kebiasaan itu hapus semenjak abad ke XVI. Dan mulai waktu itu maka pemilihan Sri Paus hanya diikuti oleh para Kardinal saja. Jika terdengar kabar bahwa Sri Paus meninggal dunia, maka semua Kardinal dari seluruh dunia menuju ke kota Roma (Vatikan) tanpa diundang. Disana mereka bersidang dalam ruang tertutup. Dan selama sidang para Kardinal dilarang berhubungan dengan dunia luar. Sidang dipimpin oleh Kardinal yang tertua dibantu oleh Kardinal termuda dalam usia. Selain para Kardinal hadir juga Sekretaris Negara Vatikan yang biasanya bukan seorang Kardinal.  Tempat duduk para Kardinal merupakan kursi gantung yang bisa dinaikkan dan diturunkan. Kursi gantung itu disebut baldakim. Kaki para Kardinal tidak menyentuh tanah, sebagai lambang bahwa masalah duniawi (ras, bangsa, pandangan politis) tidak akan dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih Paus. Warna baldakim-pun bermacam-macam; ada yang berwarna merah, ada yang berwarna kuning dan ada yang berwarna hijau. Kardinal yang duduk di baldakim merah, artinya Kardinal yang diangkat oleh Paus yang baru saja meninggal dunia. Baldakim yang berwarna kuning disediakan untuk para Kardinal yang diangkat oleh Paus sebelumnya lagi, jadi dengan demikian berarti Kardinal yang duduk pada baldakim kuning pernah dua kali mengikuti pemilihan Paus dan baldakim yang berwarna hijau untuk para Kardinal yang pernah mengikuti pemilihan Sri Paus sampai tiga kali, jadi diangkat oleh Paus yang memerintah dua periode sebelum Paus yang meninggal ini. Lazimnya tidak ada Kardinal yang duduk di baldakim hijau. Pernah pemilihan Paus didalamnya tidak ada Kardinal yang duduk di baldakim merah, karena Paus yang meninggal baru 3 hari menduduki tahta, belum sempat mengangkat Kardinal, bahkan para Kardinal yang memilihnya belum semua pulang ke negerinya. Yang sudah pulang dan baru sampai dipertengahan jalan dan mendengar bahwa Paus yang baru dipilih 3 hari yang lalu meninggal, cepat-cepat kembali ke Vatikan lagi.  Sementara pemilihan Paus berlangsung, di luar gedung pemilihan telah berkumpul umat Katolik yang ingin mengetahui hasil pemilihan Paus Jika pemilihan tidak memenuhi syarat yang ditentukan misalnya Kardinal yang mendapat suara terbanyak belum mencapai prosentase yang ditentukan, maka pemilihan dianggap belum berhasil dan diulang kembali. Kertas pemungutan suara dikumpulkan dan dibakar dengan jerami basah. Dari cerobong yang dapat dilihat oleh rakyat yang menunggu di luar tampak asap hitam. Umat di luar gedung pemilihan tahu bahwa pemilihan belum berhasil. Jika sudah berhasil maka kertas pemilihan dibakar dengan jerami kering sehingga asap putihlah yang keluar dari dalam cerobong.  Begitu Paus baru terpilih, maka semua Kardinal menarik tali baldakimnya sehingga baldakim menyentuh tanah, sedang Kardinal yang terpilih sebagai Paus menarik tali baldakim bukan ke bawah tetapi keatas; ini sebagai lambang bahwa kedudukan mereka sekarang berlainan tidak lagi sejajar. Para Kardinal yang tak terpilih bersujud menyatakan kesetiaan mereka kepada hasil pilihan dan Paus terpilih. Kemudian Paus terpilih memberikan berkatnya yang pertama sebagai Paus. Paus terpilih dengan diantar oleh pimpinan sidang, yaitu dua Kardinal yang tertua dan yang termuda serta Sekretaris Negara membuka jendela di mana rakyat yang berkumpul di lapangan St. Petrus bersorak-sorak: "Viva il Santo Papa! Viva il Santo Papa! (Hidup Santo Bapa, Hidup Santo Bapa).  Kardinal yang tertua, yang memimpin sidang, kecuali jika dia sendiri yang terpilih menjadi Paus, maka pimpinan sidang yang lain yakni yang Kardinal termuda, mengenalkan kepada rakyat banyak yang kebanyakan umat Katolik itu: "Saudara-saudara, Yang Mulia Kardinal ... dari Negara ..., telah terpilih menjadi Paus baru dan beliau memilih nama: Sri Paus ... Rakyat kemudian bersujud dan Paus terpilih memberikan berkat kepausannya yang kedua.  Menurut pengajaran Gereja Ratolik, maka Sri Paus tidak mungkin sesat dalam menetapkan hukum yang berhubungan dengan masalah Agama. Surat edaran Sri Paus yang menerangkan suatu masalah disebut Ensiklik. Biasanya memang setiap Ensiklik Sri Paus selalu diterima dengan penuh ketaatan oleh dunia Katolik. Namun berbeda dengan Ensiklik Humanea Vitae yang dikeluarkan oleh Sri Paus Paulus VI sempat menggegerkan dunia, bukan saja dunia Katolik tetapi dunia pada umumnya: sebab untuk pertama kalinya Ensiklik Paus mendapat tantangan yang begitu hebat dan berakibat kewibawaan Sri Paus merosot dimata dunia. Ensiklik Humanea Vitae itu menegaskan bahwa masalah pengaturan kelahiran hanya diperbolehkan dengan metode pantang-berkala, sedang metode yang lain ditolak karena tidak sesuai dengan martabat manusia. Para Uskup di Negeri Belanda minta agar Ensiklik itu dicabut. Para Uskup di Indonesia dalam sidangnya memberikan penjelasan Pastoral tentang Ensiklik Humanea Vitae menjelaskan; "Bahwa Ensiklik itu lahir setelah penyelidikan yang cukup lama dengan penelitian yang biayanya tidak sedikit, serta banyak doa yang diarahkan untuk maksud itu. Maka bagaimanapun Ensiklik itu wajib kita hormati. Kepada saudara yang dengan terpaksa menjalankan dengan metode yang menyimpang dari yang dianjurkan oleh seruan Sri Paus, maka masalahnya harus dibicarakan antara suami isteri dengan sikap yang dewasa." Namun para Uskup tidak membenarkan usaha-usaha yang bersifat perkosaan terhadap martabat manusia, misalnya pengguguran dan pemandulan tetap.

Kardinal

Kardinal adalah pembantu Paus, sebagai Dewan Penasehat, Dewan Paus. Ada Kardinal yang bertempat tinggal di Negara Vatikan, yang biasanya memimpin suatu Konggregasi (Kementerian) dan ada pula yang bertempat tinggal di luar Vatikan, umpamanya Kardinal Darmoyuwono, Uskup Agung Semarang.   Pada jaman dulu jumlah Kardinal hanya 70, dan jumlah ini terus dipertahankan. Jika ada yang meninggal maka diangkat yang baru. Tetapi semenjak Paus Yohanes XXIII, maka tradisi yang menetapkan Kardinal hanya berjumlah 70 dihapuskan dan jumlahnya tidak dibatasi, sekarang jumlah para Kardinal lebih dari 120 orang dan jumlah itu bisa terus bertambah. Rupanya tradisi yang menetapkan jumlah Kardinal 70 diperoleh dari nas Injil Lukas 10:1 di mana diceritakan bahwa Yesus menyuruh 70 orang muridnya.   Menurut teori Kardinal itu bukan jabatan atau pangkat di atas Uskup, bahkan boleh seorang Pastor biasa diangkat Kardinal, bahkan seorang awam (dalam arti tidak ditahbiskan sebagai imam atau biarawan) dapat saja diangkat menjadi Kardinal, asal Katolik dan laki-laki. Tetapi dalam kenyataannya sekarang semua Kardinal yang diangkat itu umumnya Uskup atau Uskup Agung.

Uskup

Lain halnya dengan Kardinal, maka Uskup tidak boleh di sebut pembantu Paus; sebab pada hakekataya Paus juga Uskup kota Roma. Dalam tradisi Gereja Katolik, maka setiap Uskup harus sumpah setia dan tunduk dibawah pengganti Petrus yaitu Paus.   Kita mengenal istilah Uskup Agung dan Uskup, seolah-olah Uskup Agung membawahi Uskup. Setiap Uskup (Uskup Agung dan Uskup biasa) bertanggung jawab langsung kepada Sri Paus, namun mereka adalah Kepala Daerah otonom. Memang Uskup Agung merupakan koordisnator para Uskup di dalam wilayah Propinsi Gerejani   Jika suatu daerah dinilai belum dewasa sehingga belum diberi pemerintahan sendiri (hirarkie gereja), maka di daerah itu belum ada Keuskupan Agung atau Keuskupan. Untuk daerah itu, seperti Indonesia sebelum tahun 1961, dibentuk Vikariat atau Prefektur, yang dikepalai oleh seorang yang berpangkat Uskup. Bedanya Keuskupan (dan atau Keuskupan Agung) dengan Vikariat atau Apostolik ialah: bahwa Uskup yang memimpin sebuah Keuskupan bertindak atas nama dirinya sendiri, sedang Uskup yang memimpin Vikariat Apostolik bertindak atas nama Sri Paus.   Karena pangkat Uskup harus dikaitkan dengan nama daerah, maka Uskup yang tidak memimpin sebuah Keuskupan, yaitu jika dia memimpin sebuah Vikariat atau tugas lain misalnya sebagai Duta Besar, maka dia diberi sebutan tituler dan dikaitkan dengan nama daerah, yang biasanya daerah sebuah Keuskupan kuno yang sekarang telah musnah. Misalnya sebelum tahun 1961, belum ada Keuskupan Agung Jakarta yang ada Vikariat Apostolika de Jakartae; maka juga tidak ada Uskup Agung Jakarta; pimpinan Vikariat Jakarta diberi gelar: Uskup Agung tituler Trisaba mewakili Sri Paus memimpin Vikariat de Apostolika de Jakartae. Semarang: pada waktu Uskup Agung tituler Danaba. Purwokerto: Uskup tituler Balburu. demikianlah, keadaan sebelum tahun 1961. Setelah pemberian hirarkie Gereja di Indonesia sesuai dengan Dekrit Sri Paus Acta Apostolicae Sedis LIII hal. 244; tgl. 14 Januari 1961, maka lalu muncul Keuskupan Agung dan Keuskupan di Indonesia, maka dengan demikian dikenal jabatan Uskup Agung Jakarta, Uskup Agung Semarang dan lain-lain.   Uskup tituler juga diperuntukkan bagi Uskup yang tidak aktif lagi menjalankan fungsinya sebagai pemimpin Gereja (pensiun), misalnya Mgr. Adrianus Djajaseputro S.J. sewaktu memimpin Vikariat Jakartae bergelar Uskup Agung Tituler Trisaba; dan sekarang setelah tidak memimpin Keuskupan Agung Jakarta lagi, maka beliau bergelar Uskup Agung tituler Bolsena. Pada waktu Mgr. Pius Batubara menjabat sebagai Uskup Muda/Uskup Pembantu Keuskupan Agung Medan beliau bergelar: Uskup tituler Ubaba. Pada waktu dulu, jabatan Uskup selalu dipangku untuk masa seumur hidupnya, tetapi semenjak Paus Paulus VI menetapkan bahwa Uskup yang sudah berusia 75 tahun boleh mengajukan permohonan non aktif (pensiun). Jabatan Uskup bisa pensiun, tetapi pangkat yang melekat karena tahbisan (pelantikan) dibawa mati. Itu pula sebabnya pakaian kebesaran seorang Uskup yaitu tongkat, mahkota, Injil, kasula dibawakan sampai mati. Dan upacara penguburan seorang Uskup hanya boleh dilakukan oleh Uskup juga.   Uskup diangkat oleh Sri Paus dari 3 calon yang diusulkan oleh Dewan Keuskupan. Namun Sri Paus bebas juga mengangkat calon lain, namun hal yang demikian itu jarang sekali dilakukan. Dalam keputusan Sri Paus selalu disebutkan bahwa Pastor yang diangkat menjadi Uskup, pentahbisannya (upacara pelantikannya) boleh meminta kepada seorang Uskup yang lain. Pakaian kebesaran Uskup sama dengan pakaian kebesaran Sri Paus hanya berbeda dalam warna saja, dan tingkatan yang lebih rendah misalnya mahkotanya bukan tiara bertingkat tiga.   Dalam melaksanakan pekerjaan seorang Uskup dibantu oleh sebuah Staf yang biasanya terdiri dari Vikaris Jenderal (Wakil) bisa disebut juga Vikaris Epikopus (Wakil Uskup) dan biasanya hanya seorang, tetapi Keuskupan Agung Semarang mempunyai 4 orang Wakil Uskup; yang setiap Wakil Uskup membawahi bagian dari daerah Keuskupan itu, yakni: Semarang, Magelang, Yogyakarta dan Surakarta. Selain Vik.Jen. atau Vik. Ep. Uskup juga dibantu oleh seorang Sekretaris yang biasanya dijabat oleh seorang Pastor. Beberapa Delegatus, yang mengurus suatu bidang, misalnya Delegatus Sosial (Del.Sos.), Delegatus Pendidikan (Del.Pen.) dll, merupakan suatu Staf yang membantu Uskup.   Daerah Keuskupan terbagi atas beberapa Paroki yang dikepalai oleh seorang Pastor Paroki; mungkin dibantu oleh Pastor lain mungkin juga tidak.

Konferensi Uskup Nasional

Walaupun setiap Uskup langsung bertanggung jawab kepada Sri Paus dan daerahnya adalah otonom dan berdaulat penuh, namun Uskup yang bertempat tinggal di satu negara mempunyai persoalan yang sama dalam hal hidup di negara yang sama. Maka Uskup-Uskup tersebut membentuk suatu Sekretariat Bersama yang untuk Indonesia disebut MAWI, singkatan dari Majelis Agung Wali Gereja Indonesia berkantor di Jalan Taman Cut Mutiah No. 6 Jakarta.  Ini bukan berarti bahwa MAWI merupakan lembaga di antara Paus dan Uskup. Uskup berdaulat penuh atas daerahnya dan setiap 5 tahun sekali masing-masing Uskup mempunyai kewajiban menghadap Sri Paus. Kunjungan wajib ini disebut "ad limina." Di Indonesia terdapat 33 orang Uskup sehingga dengan demikian dapat dipastikan bahwa setiap tahun pasti ada Uskup dari Indonesia yang menghadap Paus.  MAWI setiap takun mengadakan Konferensi Para Uskup, biasanya menjelang akhir tahun. Selain membicarakan beberapa masalah juga dipilih Presidium MAWI yang baru. Presidium MAWI yang sekarang, diketuai oleh Yustinus Kardinal Darmoyuwono, Uskup Agung Semarang, dan 2 orang Wakil, yakni Mgr. Dr. Th. Lumanauw Pr. Uskup Agung Ujung Pandang dan Mgr. Donatos Djagom SVD, Uskup Agung Ende; Sekretaris Jenderal dijabat oleh Mgr. Dr. Leo Sukoto SJ, Uskup Agung Jakarta; Bendahara oleh Mgr. P.S. Hardjosoemarto, MSc. Uskup Purwokerto.  Pekerjaan Sekretariat MAWI dipimpin oleh seorang Pro Sekretaris. Pada MAWI ada bagian-bagian yang mengurusi suatu masalah, yang disebut PWI (Panitya Wali Gereja Indonesia), misalnya PWI Sosial, PWI Liturgi, PWI Seminari, dan lain-lain yang jumlahnya disesuaikan menurut kebutuhan. Selain itu juga ada bagian-bagian seperti Bagian Keuangan, Bagian Pendidikan, dll.

Konferensi Uskup Nasional   Walaupun setiap Uskup langsung bertanggung jawab kepada Sri Paus dan daerahnya adalah otonom dan berdaulat penuh, namun Uskup yang bertempat tinggal di satu negara mempunyai persoalan yang sama dalam hal hidup di negara yang sama. Maka Uskup-Uskup tersebut membentuk suatu Sekretariat Bersama yang untuk Indonesia disebut MAWI, singkatan dari Majelis Agung Wali Gereja Indonesia berkantor di Jalan Taman Cut Mutiah No. 6 Jakarta.  Ini bukan berarti bahwa MAWI merupakan lembaga di antara Paus dan Uskup. Uskup berdaulat penuh atas daerahnya dan setiap 5 tahun sekali masing-masing Uskup mempunyai kewajiban menghadap Sri Paus. Kunjungan wajib ini disebut "ad limina." Di Indonesia terdapat 33 orang Uskup sehingga dengan demikian dapat dipastikan bahwa setiap tahun pasti ada Uskup dari Indonesia yang menghadap Paus.  MAWI setiap takun mengadakan Konferensi Para Uskup, biasanya menjelang akhir tahun. Selain membicarakan beberapa masalah juga dipilih Presidium MAWI yang baru. Presidium MAWI yang sekarang, diketuai oleh Yustinus Kardinal Darmoyuwono, Uskup Agung Semarang, dan 2 orang Wakil, yakni Mgr. Dr. Th. Lumanauw Pr. Uskup Agung Ujung Pandang dan Mgr. Donatos Djagom SVD, Uskup Agung Ende; Sekretaris Jenderal dijabat oleh Mgr. Dr. Leo Sukoto SJ, Uskup Agung Jakarta; Bendahara oleh Mgr. P.S. Hardjosoemarto, MSc. Uskup Purwokerto.  Pekerjaan Sekretariat MAWI dipimpin oleh seorang Pro Sekretaris. Pada MAWI ada bagian-bagian yang mengurusi suatu masalah, yang disebut PWI (Panitya Wali Gereja Indonesia), misalnya PWI Sosial, PWI Liturgi, PWI Seminari, dan lain-lain yang jumlahnya disesuaikan menurut kebutuhan. Selain itu juga ada bagian-bagian seperti Bagian Keuangan, Bagian Pendidikan, dll.

2009-10-13

Teori Neoliberalisme  

 

Neoliberalisme

Neoliberalisme itu istilah licin yang sering mengecoh pemakainya. Misalnya, ekonomi pasar dianggap identik neoliberalisme. Neoliberalisme memang melibatkan aplikasi ekonomi-pasar, tetapi tidak semua ekonomi-pasar bersifat neoliberal (ekonomi pasar sosial, bukan neoliberal).

Neoliberalisme

Neoliberalisme itu istilah licin yang sering mengecoh pemakainya. Misalnya, ekonomi pasar dianggap identik neoliberalisme. Neoliberalisme memang melibatkan aplikasi ekonomi-pasar, tetapi tidak semua ekonomi-pasar bersifat neoliberal (ekonomi pasar sosial, bukan neoliberal). Atau, privatisasi sering dilihat identik dengan ciri kebijakan neoliberal. Padahal, tidak semua program privatisasi bersifat neoliberal. Mengapa istilah itu berawalan neo? Awalan neo (baru) pada istilah neoliberalisme menunjuk gejala kemiripan tata ekonomi 30 tahun terakhir dengan masa kejayaan liberalisme ekonomi di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, yang ditandai dominasi financial capital dalam proses ekonomi. Namun, apa yang terjadi dalam 30 tahun terakhir bercorak lebih ekstrem daripada seabad lalu. Reinkarnasi liberalisme ekonomi akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 dalam bentuk lebih ekstrem itu berlangsung dengan mengakhiri era besar yang disebut embedded liberalism. Embedded liberalism merupakan model ekonomi setelah Perang Dunia II hingga akhir dekade 1970-an. Intinya, kinerja ekonomi pasar dikawal dengan seperangkat aturan yang membuat relasi antara modal dan tenaga-kerja tidak selalu berakhir dengan subordinasi labour pada capital. Seperti tata ekonomi seabad lalu, neoliberalisme berisi kecenderungan lepasnya kinerja modal dari kawalan, tetapi dalam bentuk lebih ekstrem. Dari hal kecil itu tampak, betapa sulitnya menunjuk persis arti neoliberalisme. Selain itu, neoliberalisme merupakan istilah yang lebih terpahami dalam konteks intelektual Eropa (istilah liberal punya arti lain di AS). Dalam perjalanan sejarah yang tumpang tindih, neoliberalisme banyak dikaitkan visi ekonomi kelompok seperti Mont Pelerin Society dan ekonom mazhab Chicago, seperti Milton Friedman, Gary Becker, dan George Stigler. Namun, neoliberalisme bukan sekadar ekonomi. Ia visi tentang manusia dan masyarakat, dengan cara pikir ekonomi yang khas sebagai perangkat utama. Mungkin dua lapis definisi yang saling terkait dapat membantu memahami jantung filsafat ekonomi neoliberalisme.

Visi Antropologis

Lain dengan liberalisme abad ke-19, neoliberalisme berkembang melalui reduksi manusia sebagai makhluk ekonomi (homo oeconomicus). Tak ada yang aneh pada reduksi itu. Penciutan pengandaian itu tidak dengan sendirinya keliru. Keketatan berpikir dalam kinerja tiap ilmu biasanya melibatkan penciutan, seperti geografi berangkat dari pengandaian manusia sebagai makhluk ruang; ilmu hukum dari premis manusia sebagai makhluk tata aturan. Apakah visi antropologis yang telah diciutkan demi keketatan proses berpikir suatu bidang ilmu mengungkapkan seluruh dimensi manusia, tentu soal lain. Dari keragaman bidang akademis pun dari matematika hingga sastra, dari antropologi sampai teknologi sudah pasti penciutan asumsi bukan seluruh fakta dimensi manusia. Manusia pasti homo oeconomicus, tetapi homo oeconomicus pastilah bukan keseluruhan manusia. Yang menarik dari visi neoliberal adalah pengandaian manusia sebagai homo oeconomicus direntang luas untuk diterapkan pada semua dimensi hidup manusia. Pada gilirannya, perspektif oeconomicus itu direntang untuk menjadi prinsip pengorganisasian seluruh masyarakat. Inilah aspek yang mungkin paling tegas membedakan ekonomi neoliberal dari ekonomi liberal klasik. Tak ada yang lebih eksplisit dalam proyek perentangan ini daripada Gary Becker dalam The Economic Approach to Human Behavior (1976): pendekatan ekonomi menyediakan kerangka semesta untuk memahami semua tingkah laku manusia. Bagaimana mungkin sebuah visi, yang karena tuntutan bidang ilmu berdiri di atas penciutan asumsi, menjadi dominan? Tak ada teori yang berjalan sendiri.

Virtualisasi Ekonomi

Dalam stagnasi ekonomi negara-negara maju pada dasawarsa 1970-an, dan dalam revolusi teknologi informasi sejak awal dekade 1980-an, kecenderungan itu mengalami evolusi lanjut dan menghasilkan ciri utama neoliberalisme. Perspektif oeconomicus bukan hanya direntang untuk diterapkan pada dimensi lain hidup manusia, bahkan dalam perspektif oeconomicus sendiri berkembang hierarki prioritas: prioritas sektor finansial (financial capital) atas sektor-sektor lain dalam ekonomi. Hasilnya adalah revolusi produk finansial, seperti derivatif, sekuritas, dan semacamnya. Tren ini lalu mempertajam pembedaan antara sektor virtual dan sektor riil dalam ekonomi, dengan prioritas yang pertama. Dalam bahasa sederhana, proses ekonomi bergerak dengan prioritas transaksi uang ketimbang produksi barang/jasa riil. Ada anggapan, maraknya transaksi produk-produk finansial akan mengalir langsung ke investasi di sektor riil (dalam bentuk pabrik atau sepatu), yang diharapkan menyediakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Ekonom Gérard Duménil dan Dominique Lévy punya temuan penting dengan data statistik menawan. Dalam karya baru, Capital Resurgent (2004), mereka menemukan tetesan itu amat minim, di AS maupun di Perancis. Simpulnya, finance finances itself, but does not finance investment. Pokok ini sentral karena kritik atas neoliberalisme biasanya dianggap sikap antiinvestasi, antipertumbuhan, antiekonomi pasar, dan semacamnya. Dalam fakta, visi neoliberal yang berdiri di atas asumsi tentang manusia yang sudah amat diciutkan itu tentu penuh kontradiksi. Misalnya, bila dalam visi neoliberal tiap orang atau perusahaan bertanggung jawab atas diri sendiri, bagaimana harus dijelaskan bailout banyak bank dan perusahaan dengan uang setiap orang melalui dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)? Itulah mengapa tak sedikit ahli menyimpulkan, neoliberalisme merupakan cara para tuan besar modal merebut kembali kekuasaan, sesudah mereka terkekang dalam periode setelah PD II sampai dasawarsa 1970-an. Jadi, neoliberalisme baik atau buruk? Silakan menyimpulkan sendiri. Namun, untuk itu kita perlu berguru. Bulan Oktober 2005 terbit buku A Brief History of Neoliberalism karya David Harvey, mahaguru geografi dan ekonomi politik. Buku serius tetapi ringan itu amat perlu dibaca presiden, wakil presiden, para pengambil kebijakan publik, pelaku bisnis, dan khalayak pembaca di Indonesia. Seusai membaca buku itu, saya merasa Indonesia mirip negeri yatim piatu.

2009-10-08

Riwayat singkat Guevara dan Revolusi Kuba  

 

Ernesto Che Guevara 1928-1953

14 Juni 1928 Ernesto Guevara lahir di kota Rosario, Argentina, dari pasangan Ernesto Guevara Lynch dan Celia de la Serna; dia menjadi anak pertama dari lima bersaudara.

1945 Keluarga Guevara pindah ke Buenos Aires.

1945-1951 Ernesto Guevara belajar di sekolah kedokteran di Buenos Aires.

Januari-Juli 1952. Mengunjungi Peru, Kolombia dan Venezuela; di Peru bekerja di koloni penderita kusta.

10 Maret 1952 Fulgencio Batista melakukan kudeta di Kuba.

Maret 1953 Guevara menerima gelar dokter medis.

26 Juli 1953Fidel Castro memimpin penyerangan ke Garnisun Moncada di Santiago de Cuba, melancarkan perjuangan bersenjata revolusioner menentang Batista; serangan mengalami kegagalan dan tentara Batista membantai lebih dari lima puluh pejuang yang tertangkap; Castro dan lainnya yang hidup kemudian ditangkap dan dipenjarakan.

1953 Setelah menerima gelar sarjana kedokteran, Guevara melakukan perjalanan ke seluruh Amerika Latin; mengunjungi Bolivia, disana ia mempelajarai impak revolusi 1952.

24 Des 1953Sampai di Guatemala, yang berada dibawah pemerintahan Jacobs Arbens.

1954 Januari–Juni Tidak berhasil memperoleh pekerjaan menetap di bidang medis. Di Guatemala Guevara bekerja serabutan; mempelajari Marxisme dan berpartisipasi dalam memajukan revolusi Guatemala; bertemu dengan kaum revolusioner pengasingan Kuba, terutama Nico Lopez, seorang veteran penyerangan Moncada.

17 Juni Tentara bayaran yang dilatih CIA dan dipimpin oleh Kolonel Carlos Castillo Armas menyerbu Guatemala; Guevara secara sukarela ikut berjuang mempertahankan Guatemala; Arbenz menolak mempersenjatai rakyat Guatemala.

27 Juni Arbenz meletakkan jabatan.

Agustus Tentara bayaran memasuki Guatemala City dan mulai membantai pendukung rejim Arbenz; Guevara mencari perlindungan ke kedutaan Argentina.

21 September Sampai di Mexico City; selanjutnya memperoleh pekerjaan sebagai dokter di Central Hospital.

1955

16 Juni Fidel Castro dan pejuang Moncada lainnya yang masih hidup dibebaskan dari penjara di Kuba karena tekanan kampanye pertahanan publik yang gencar.

Juni Guevara menemui Nico Lopez, yang juga berada di Mexico City; beberapa hari kemudian Lopez mengatur pertemuan Guevara dengan Raul Castro (adik Fidel Castro).

7 Juli Fidel Castro sampai di Meksiko dengan tujuan mengorganisir ekspedisi bersenjata ke Kuba.

Jul-Agustus Guevara bertemu Fidel Castro; mendaftarkan diri sebagai anggota tetap ketiga dari ekspedisi gerilya; selanjutnya terlibat dalam latihan perang gerilya; pejuang Kuba memberinya nama julukan “Che”, sebutan salam khas Argentina.

1956

24 Juni Guevara ditangkap bersama 28 anggota ekspedisi lainnya oleh polisi Meksiko, termasuk Fidel Castro; Guevara dijatuhi hukuman lima puluh tujuh hari kurungan.

25 November Delapan puluh dua pejuang, termasuk Che Guevara, berlayar ke Kuba dengan menggunakan kapal layar Granma, berangkat dari pelabuhan Tuxpan di Mexico.

30 November Frank Pais memimpin pemberontakan di Santiago de Cuba, waktunya bersamaan dengan jadwal pendaratan Granma.

2 Desember Granma mencapai Kuba di pantai Las Coloradas, Propinsi Oriente.

5 Desember Pejuang-pejuang pemberontak disergap oleh tentara Batista di Alegria de Pio dan dicerai beraikan; sebagian besar gerilyawan ditangkap dan dibunuh; Guevara terluka.

20 Desember Kelompok Guevara bergabung dengan Fidel Castro; terdapat kurang dari lusinan pejuang dalam tentara pemberontak (Rebel Army).

1957

17 Januari Pemberontak menyerbu pos terdepan dalam serangan la Plata.

22 Januari Tentara pemberontak menyergap tentara pemerintah di Arroyo del Infierno.

13 Maret Pejuang-pejuang dari Revolutionary Directorate menyerbu Istana kepresidenan di Havana; serangan gagal dan sejumlah revolusioner terbunuh, termasuk Jose Antonio Echeveirra.

27-28 Mei Serangan terhadap El Uvero berlangsung di Sierra, kemenangan utama bagi tentara pemberontak.

Juli Tentara pemberontak membentuk pasukan kedua; Guevara dipilih untuk memimpinnya dan diusulkan menjadi komandan.

1958

9 April Gerakan 26 Juli Menyerukan pemogokan umum di seluruh Kuba; pemogokan gagal.

24 Mei Batista melancarkan ofensi militer habis-habisan terhadap tentara pemberontak di Sierra Maestra.

Juli Serangan terhadap El Jigue; kemenangan menentukan bagi tentara pemberontak yang menandai ofensi balik oleh tentara pemberontak.

31 Agustus Guevara memimpin invasi pasukan dari Sierra Maestra menuju propinsi Las Villas di Kuba Tengah; beberapa hari sebelumnya Camilo Cienfuegos diperintahkan memimpin pasukan lainnya, menuju propinsi Pinar del Rio di ujung barat Kuba.

16 Oktober Pasukan Guevara sampai di Pegunungan Escambray; memetapkan kontak dengan kekuatan-kekuatan gerilya lainnya yang ada di sana.

Desember Pasukan pemberontak Guevara dan Cienfuegos menguasai sejumlah propinsi Las Villas dan secara efektif telah memotong setengah pulau.

28 Desember Pasukan Guevara mulai menyerbu Santa Clara, ibukota Las Villas.

1959

1 Januari Batista meninggalkan Kuba pada pukul 02.00 dini hari; Junta Militer mengambil alih kekuasaan; Fidel Castro menentang Junta militer baru dan menyerukan meneruskan perjuangan; Santa Clara jatuh ke tangan pemberontak;Guevara dan Cienfuegos diperintahkan segera menuju Havana.

2 Januari Kaum buruh Kuba menanggapi seruan Fidel Castro untuk mengadakan pemogokan umum revolusioner dan negeri menjadi lumpuh; pasukan Guevara memasuki Havana dan menduduki benteng La Cabana, bekas kubu pertahanan Batista.

5 Januari Manuel Urrutia, calon terpilih gerakan 26 Juli, menjabat presiden.

8 Januari Fidel Castro sampai di Havana; ratusan ribu orang mengelu-elukan memberi selamat kepadanya.

9 Februari Guevara dinyatakan sebagai warga negara Kuba, sebagai tanda penghargaan atas sumbangsihnya bagi pembebasan Kuba.

16 Februari Fidel Castro menjadi perdana menteri.

27 Februari Pemerintahan revolusioner menerima rencana undang-undang penurunan tarif listrik.

6 Maret Pemerintahan revolusioner menerima Undang-undang penurunan ongkos sewa kira-kira 30-50 %.

Maret Pemerintahan revolusioner menghapuskan diskriminasi rasial.

17 Mei Proklamasi Undang-undang reformasi agraria, menetapkan batas penguasaan tanah seluas maksimum 1,00are dan melakukan distribusi tanah bagi petani.

12 Juni–8 September Guevara melakukan perjalanan ke Eropa, Afrika dan Asia; menanda tangani sejumlah persetujuan perdagangan, teknologi dan kebudayaan.

30 Juli Mengadakan konferensi pers di Jakarta, Indonesia; Guevara menyatakan dukungannya terhadap gerakan rakyat dunia ke tigayang berupaya melepaskan diri dari penghisapan imperialisme, termasuk Indonesia.

16-17 Juli Castro mengundurkan diri sebagai perdana menteri karena krisis pemerintahan yang timbul dari penentangan Urrutia terhadap tindakan-tindakan revolusioner; akibatnya kekuatan massa rakyat meledak dan mendesak Urrutia untuk segera mengundurkan diri dari jabatan presiden dan digantikan oleh Osvaldo Dorticos.

26 Juli-7 Oktober Castro kembali menduduki pos perdana menteri.

7 Oktober Guevara ditunjuk sebagai kepala departemen industri dari Institut Reformasi Agraria Nasional (INRA).

21 Oktober Mengikuti upaya melancarkan pemberontakan kontra-Revolusi, Huber Matos, komandan tentara pemberontak di propinsi Camaguey, ditangkap oleh kepala staf tentara pemberontak, Camilo Cienfuegos.

26 Oktober Pengumuman terbentuknya milisi revolusioner nasional, yang mengiringi ribuan buruh dan petani dalam perjuangan menentang kontra revolusi.

28 Oktober Pesawat terbang yang ditumpangi Camilio Cienfuegos jatuh dalam perjalanan kembali ke Havana; Cienfuegos tewas.

26 November Guevara ditunjuk sebagai presiden Bank nasional, yang bertanggung jawab atas finansial Kuba.

1960

4 Maret La Coubre, sebuah kapal perancis yang membawa persenjataan dari Belgia, meledak secara misterius di pelabuhan Havana, menewaskan 81 orang; dalam rapat massa keesokan harinya Fidel Castro menyerukan semboyan Revolusi Kuba yang terkenal itu “Patria O Muerte!” (Tanah Air atau Mati).

17 Maret Presiden Eisenhower memerintahkan CIA untuk mulai mempersiapkan tentara pengasingan Kuba untuk menyerbu Kuba.

8 Mei Kuba dan Uni Soviet menetapkan hubungan diplomatik.

29 Juni –1 Juli Pemerintahan Revolusioner menasionalisasikan kilang-kilang minyak Texaco, Esso, dan Shell mengikuti penolakan perusahaan-perusahaan tersebut terhadap kilang minyak yang dibeli oleh Kuba dari Uni Soviet.

6 Juli Eisenhower memerintahkan mengurangi kira-kira 700.000 ton gula yang telah disepakati hendak dibeli AS dari Kuba.

9 Juli Uni Soviet mengumumkan hendak membeli semua gula yang batal dibeli oleh AS.

6 Agustus Sebagai jawaban atas agresi ekonomi yang dilancarkan AS terhadap Kuba, pemerintahan revolusioner mendekritkan nasionalisasi perusahaan-perusahaan besar AS di Kuba.

28 September Fidel Castro mengumumkan tujuan pembentukan komite-komite pertahanan revolusi (CDRs) sebagai organ kewaspadaan rakyat dan mobilisasi rakyat menghadapi aktivitas kontra revolusi.

13 Oktober Pemerintahan revolusioner menasionalisasikan bank-bank swasta asing dan dalam negeri, demikian pula 382 perusahaan industri raksasa dalam negeri.

14 Oktober Undang-Undang Reformasi Perkotaan diterima, menasionalisasikan perumahan dan gedung-gedung; rakyat Kuba dijamin haknya untuk mendiaminya.

19 Oktober Pemerintahan Amerika Serikat mendekritkan embargo sebagian produk terhadap perdagangan dengan Kuba.

21 Oktober Penyatuan gerakan pemuda revolusioner ke dalam Perhimpunan Pemberontak Muda. Guevara melakukan perjalanan ke Uni Sovyet, Republik Demokrasi Jerman, Cekoslowakia. Cina, dan Korea Utara.

24 Oktober Pemerintahan Revolusioner menasionalisasikan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang ada di Kuba.

1961

3 Januari Washington memutuskan hubungan diplomatik dengan Kuba.

6 Januari Guevara mengumumkan kepada rakyat Kuba mengenai persetujuan ekonomi yang ditandatangani dengan Uni Soviet dan negara-negara lain.

17 Januari Pemerintah Amerika Serikat melarang warga AS untuk melakukan perjalanan ke Kuba.

23 Februari Kementerian Industri didirikan dengan Guevara sebagai ketuanya.

31 Maret Presiden Kennedy menghapuskan quota gula Kuba.

15 April Sebagai bagian awal dari invasi terencana oleh tentara bayaran yang diorganisir Amerika, sejumlah pesawat terbang menyerang Santiago de Cuba dan Havana, menewaskan 70 orang dan melukai 53 orang.

16 April Pada arak-arakan massal untuk memberi penghormatan terakhir kepada korban serangan sebelumnya, Fidel Castro memprokamasikan karakter sosialis dari revolusi Kuba; Kuba dalam keadaan siaga menghadapi serangan berikutnya.

17 April 1.500 tentara bayaran yang diorganisasi oleh Washington menyerbu Kuba dari teluk Babi; kaum milisi revolusioner dengan serta merta memberikan perlawanan terhadap kaum kontra revolusioner tersebut; guevara dikirim untuk memimpin pasukan dipropinsi Pinar del rio.

19 April Kelompok tentara bayaran terakhir menyerah di Playa Giron (Giron beach).

8 Agustus Guevara menyampaikan pidato pada konperensi sosial dan ekonomi dari organisasi Negara-negara amerika (OAS) di Punta del Este , Uruguay; dia bertindak sebagai ketua delegasi Kuba.

22 Desember Kuba menyelesaikan kampanye pemberantasan buta huruf.

1962

31 Januari Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) memutuskan keanggotaan Kuba.

3 Februari Presiden Kennedy memerintahkan embargo total perdagangan AS dengan Kuba.

4 Februari Kuba mengeluarkan deklarasi Havana kedua sebagai jawaban kepada OAS, yang menegaskan dukungan Kuba kepada perjuangan revolusioner di seluruh Amerika.

8 Maret Dibentuk dewan nasional dari persatuan organisasi-organisasi revolusioner, menandai langkah maju dalam pengorganisasian partai revolusioner baru yang berdasarkan pernyataan dari gerakan 26 Juli, Partai Sosialis Rakyat, dan dewan Revolusioner; Guevara merupakan seorang anggota Dewan Nasional.

27 Agustus-7 September Guevara melakukan kunjungan kedua ke Uni Soviet.

22 Oktober Presiden Kennedy membuat gara-gara “Krisis peluru kendali Kuba”; Washington melakukan blokade laut dan mengancam Uni Soviet dengan perang nuklir; Kuba menjawabnya dengan melakukan mobilisasi rakyat demi pertahanan terhadap agresi Amerika Serikat; Guevara ditunjuk memimpin di Propinsi Pinal del Rio dalam menghadapi invasi AS itu.

28 Oktober Pemimpin Soviet Kruschev setuju memindahkan peluru kendali Soviet asalkan AS berjanji untuk tidak melakukan invasi terhadap Kuba.

1963

1963 Partai Persatuan Sosialis Revolusi (PURS) dibentuk melalui reorganisasi ORI; Guevara merupakan salah satu anggota Dewan Nasionalnya.

3-17 Juli Guevara mengunjungi Aljazair, yang baru saja merdeka dibawah pemerintahan revolusioner Ahmed bin Bella.

4 Oktober Undang-undang reformasi agraria kedua dicanangkan, yang mengatur batas penguasaan maksimum seluas 167 Are.

1964

25 Maret Guevara berpidato di konferensi PBB tentang perdagangan dan pembangunan di Genewa, Swiss.

4 – 19 November Mengunjungi Uni Soviet.

9 Desember Meninggalkan Kuba untuk perjalanan keliling dunia selama tiga bulan.

14 Desember Berpidato di sidang umum PBB di New York.

17 Desember Meninggalkan New York menuju Afrika, dimana ia mengunjungi Aljazair, Mali, Congo(Brazzaville), Guinea, Ghana, Dahomey, Tanzania, dan Mesir.

1965

24 Februari Menghadiri seminar ekonomi organisasi Solidaritas Afro – Asia kedua di Aljazair.

14 Maret Kembali ke Kuba; segera setelah itu Guevara tidak pernah kelihatan.

1 April Fidel Castro menerima surat perpisahan dari Guevara meninggalkan Kuba untuk menjalankan misi internasionalis.

1 Oktober Partai Komunis Kuba secara resmi terbentuk.

3 Oktober Selama rapat terbuka untuk mengumumkan Komite Sentral Partai Komunis Kuba, Fidel Castro membacakan surat Guevara.

Desember Secara rahasia, Guevara kembali ke Kuba dari Congo, dimana ia telah mendukung kekuatan Revolusioner.

1966

3-14 Januari Konferensi Solidaritas rakyat Tiga Benua Asia, Afrika, Amerika Latin diselenggarakan di Havana.

Juli Guevara untuk pertama kali bertemu dengan detasement internasionalis Kuba untuk misi ke Bolivia; pertemuan diselenggarakan di propinsi Pinal de Rio.

4 November Sampai di Bolivia dengan nama samaran.

7 November Sampai ditempat dimana gerilya Bolivia menetapkan kemahnya; kontingen gerilya, termasuk tujuh belas dari Kuba, mencapai kekuatan puncaknya dalam banyak pertempuran.

1967

23 Maret Aksi militer gerilya pertama dilakukan; para pejuang dengan sukses menyergap satuan tentara Bolivia.

16 April Publikasi pesan Guevara ke tiga benua, seruan untuk “dua, tiga, banyak Vietnam” (maksudnya pesan bagi bangsa di dunia ke tiga untuk melakukan perjuangan revolusioner melawan imperialisme seperti yang dilakukan oleh rakyat Vietnam, red )

31 Juli–10 Agustus Organisasi Solidaritas Amerika Latin (OLAS) menyelenggarakan konferensi di Havana; Konferensi mendukung gerakan gerilya diseluruh Amerika Latin; Guevara dipilih sebagai ketua kehormatan. Mei–Oktober Detasemen gerilya di Bolivia menjadi semakin terisolasi; semakin banyak menderita pukulan dari musuh; ribuan tentara Bolivia bersama penasehat-penasehat AS-nya semakin rapat mengepung.

8 Oktober Tujuh belas gerilyawan yang tersisa disergap oleh tentara Bolivia; Guevara menderita luka serius dan ditangkap.

9 Oktober Guevara dibunuh setelah penangkapnya melakukan konsultasi dengan pemerintahan Bolivia dan Washington.

15 Oktober Fidel Castro membenarkan kematian Guevara dan menyatakan tiga hari berkabung di seluruh Kuba; 8

Oktober ditetapkan sebagai hari kepahlawanan Gerilya.

18 Oktober Fidel Castro menyampaikan pidato peringatan untuk Guevara di Plaza revolusi Havana yang dihadiri oleh

ratusan ribu massa.

Sumber: Indomarxis

Stagnasi dan Kemajuan Marxisme  

 

Rosa Luxemburg (1903)

Dalam ceramahnya yang dangkal tetapi pada waktunya menarik, berjudul Die soziale Bewegung in Frankreich und Belgien (Gerakan Sosialis di Perancis dan Belgia), Karl Gruen secara tepat menyatakan, bahwa teori-teori Fourier dan Saint-Simon mempunyai pengaruh-pengaruh yang sangat berbeda atas para pengikut mereka masing-masing. Saint-Simon adalah leluhur spiritual dari suatu generasi lengkap para penyelidik dan penulis yang piawai di berbagai bidang aktivitas intelektual; tetapi para pengikut Fourier adalah, dengan beberapa pengecualian, orang-orang yang secara membuta membeo kata-kata pemimpin/guru mereka, dan tidak mampu membuat kemajuan apa pun bagi ajarannya. Penjelasan Gruen mengenai perbedaan ini adalah, bahwa Fourier menyajikan dunia dengan suatu sistem yang tuntas-jadi, diuraikan dalam semua rinciannya; sedangkan Saint-Simon cuma melemparkan seberkas-lepas pikiran-pikiran besar pada para muridnya. Sekalipun bagiku Gruen agaknya memberikan terlalu sedikit perhatian pada perbedaan internal, perbedaan mendasar di antara teori-teori kedua otoritas klasik di bidang sosialisme utopian ini, aku merasa bahwa dalam keseluruhannya pengamatan itu tepat adanya. Tidak menyangsikan lagi, sebuah sistem gagasan-gagasan yang hanya digambarkan dalam garis-garis besarnya terbukti jauh lebih merangsang daripada sebuah struktur yang selesai dan simetris yang tidak memerlukan tambahan apapun dan tidak menawarkan suatu kelawasan (scope) bagi usaha bebas suatu pikiran yang aktif.

Apakah ini yang menyebabkan stagnasi dalam doktrin Marxisme, yang telah dicanangkan selama sekian banyak tahun? Kenyataan aktualnya adalah-bahwa, kecuali satu atau dua kontribusi bebas yang menandai suatu kemajuan seorang teoretisian (ahli teori)-sejak publikasi volume terakahir Modal dan yang terakhir dari tulisan-tulisan Engels, tiada terbit apapun yang lebih daripada beberapa populerisasi dan pemaparan yang bagus mengenai teori Marxis. Substansi teori itu tetap sebagaimana yang ditinggalkan oleh kedua pendiri sosialisme ilmiah itu.

Apakah ini dikarenakan sistem Marxis telah mengenakan secara terlalu kaku sebuah kerangka-kerja atas aktivitas-aktivitas pikiran independen? Tidak dapat disangkal bahwa Marx telah mempunyai suatu pengaruh yang membatasi pengembangan teori secara bebas oleh murid-muridnya. Marx maupun Engels menganggap perlu untuk menolak bertanggung-jawab atas ucapan-ucapan banyak dari mereka yang menyebut dirinya Marxis! Usaha yang seksama agar tetap dalam batas-batas Marxisme kadangkala mungkin sama celakanya bagi integritas proses berpikir seperti ekstrem lainnya-penolakan sepenuhnya terhadap pandangan Marxis, dan tekad untuk memanifestasikan kebebasan pikiran tanpa peduli segala resikonya.

Walaupun begitu, hanya yang menyangkut masalah-masalah ekonomi kita berhak berbicara tentang suatu batang-tubuh doktrin-doktrin yang kurang-lebih terurai secara lengkap yang diwariskan oleh Marx pada kita. Yang paling berharga dari semua ajaran-ajarannya, konsepsi materialis-dialektik tentang sejarah, hadir bagi kita sebagai tidak lebih daripada sebuah metode penyelidikan, sebagai beberapa pikiran pengarahan yang mengilhami, yang menawarkan kilasan-kilasan pandangan pada kita ke dalam suatu dunia yang sama-sekali baru, yang membukakan pada kita perspektif-perspektif yang tiada batasnya mengenai aktivitas independen, yang menyayapi semangat kita bagi penerbangan-penerbangan yang berani ke dalam wilayah-wilayah yang belum dieksplorasi.

Walaupun begitu, bahkan di wilayah ini, dengan beberapa kecualian, warisan Marxis masih dangkal adanya. Senjata baru yang ampuh itu berkarat karena tiada dipakai; dan teori mengenai materialisme historis tetap tidak teruraikan secara lengkap dan sekedar garis-garis besar (sketchy) seperti ketika pertama kali dirumuskan oleh para penciptanya. Maka, tidak dapat dikatakan bahwa kekakuan dan kelengkapan bangunan Marxis itu menjadi penjelasan mengenai gagalnya para penerus Marx untuk melanjutkan bangunan itu. Kita sering diberitahu bahwa gerakan kita tidak memiliki orang-orang berbakat yang mungkin berkemampuan untuk menguraikan lebih lanjut teori-teori Marx. Kekurangan seperti itu, memang, sudah ada sejak lama; tetapi kekurangan itu sendiri menuntut suatu penjelasan, dan tidak dapat dikemukakan untuk menjawab pertanyaan pokoknya. Kita mesti ingat bahwa setiap kurun-jaman membentuk material manusianya sendiri; bahwa, apabila di sesuatu periode terdapat suatu kebutuhan sejati akan eksponen-eksponen teoritis, maka periode itu akan menciptakan kekuatan-kekuatan yang di persyaratkan untuk pemuasan/pemenuhan kebutuhan itu.

Tetapi, adakah suatu kebutuhan sungguh-sungguh, suatu tuntutan efektif, bagi perkembangan lebih lanjut dari teori Marxis?

Dalam, sebuah karangan mengenai kontroversi antara Ajaran-ajaran Marxis dan Jevonsian di Inggris, Bernard Shaw, eksponen berbakat dari semi-sosialisme Fabian, mengejek Hyndman karena telah mengatakan bahwa volume pertama Modal telah memberikan padanya suatu pemahaman lengkap akan Marx, dan bahwa tiada terdapat celah-celah (gaps) dalam teori Marxis-sekalipun Friedrich Engrels, di dalam prakata volume kedua Modal, kemudian menyatakan bahwa volume pertama dengan teorinya tentang nilai, telah membiarkan tidak terpecahkan suatu masalah ekonomi yang fundamental, yang pemecahannya tidak akan diberikan sebelum volume ketiga diumumkan. Shaw jelas berhasil membuat posisi Hyndman tampak menertawakan sekali, walaupun Hyndman bisa saja menghibur diri dengan kenyataan bahwa boleh dikata seluruh dunia sosialis berada dalam perahu yang sama!

Volume ketiga dari Modal, dengan pemecahan masalah mengenai tingkat laba (masalah dasar dari para ahli ekonomi Marxis), tidak terbit sebelum tahun 1894. Seperti halnya di Jerman, seperti di semua negeri lain, agitasi telah dilakukan dengan bantuan material yang belum selesai yang dikandung di dalam volume pertama; doktrin Marxis telah dipopulerisasi dan mendapatkan penerimaan berdasarkan volume pertama ini saja; keberhasilan teori Marxis yang tidak lengkap itu memang sangat fenomenal; dan tidak seorangpun menyadari bahwa terdapat sesuatu celah di dalam ajaran itu.

Selanjutnya, ketika volume ketiga akhirnya terbit, sementara pada awalnya ia menarik perhatian di kalangan-kalangan para ahli yang terbatas, dan menimbulkan sejumlah komentar tertentu-sejauh yang mengenai gerakan sosialis secara keseluruhan, volume baru itu boleh dikata tidak mengesankan bagi wilayah-wilayah luas di mana gagasan-gagasan itu dibahas dalam buku asli itu telah menjadi dominan. Kesimpulan teoretikal dari volume 3 hingga kini tidak menimbulkan usaha apapun ke arah populerisasi, mereka juga tidak menjamin penyebar-luasan. Sebaliknya, bahkan di kalangan kaum social democrat kadangkala kita mendengar, dewasa ini, penggemaan-kembali kekecewaan dengan volume ketiga Modal yang begitu sering disuarakan oleh para ahli ekonomi burjuis-dan dengan demikian kaum sosial demokrat ini cuma sekedar memperlihatkan betapa sepenuhnya mereka menerima pemaparan tidak lengkap teori tentang nilai yang disajikan dalam volume pertama.*)

Bagaimana kita dapat menerangkan suatu gejala yang demikian luar-biasa? Shaw, yang (dengan mengutip ungkapannya sendiri) suka menertawakan orang-orang lain, mungkin saja sangat beralasan di sini, untuk menertawakan seluruh gerakan sosialis, sejauh itu didasarkan pada Marx! Tetapi, kalau ini yang dilakukannya, ia akan menertawakan manifestasi yang sangat serius/gawat dari kehidupan social kita. Nasib ganjil dari volume kedua dan ketiga dari Modal merupakan bukti paling menentukan dari nasib umum penelitian teoretikal gerakan kita.

Dari sudut-pandang ilmiah, volume ketiga dari Modal mesti, jelas sekali, terutama dipandang sebagai pelengkapan kritik Marx atas kapitalisme.Tanpa volume ketiga ini kita tidak dapat mengerti, baik hukum mengenai tingkat laba yang benar-benar dominan; maupun pecahnya nilai-lebih menjadi laba, bunga dan sewa; atau bekerjanya hukum nilai di dalam bidang persaingan, Tetapi, dan ini masalah yang terutama, semua masalah ini, betapapun pentingnya dari sudut pandang teori semurninya, dalam perbandingan adalah tidak penting dari sudut pandang praktis dari perang kelas. Sejauh yang mengenai perang kelas, masalah teoritis yang fundamental adalah asal-usul nilai lebih, yaitu, penjelasan ilmiah mengenai eksploitasi; bersama dengan penjelasan mengenai kecenderungan-kecenderungan pada sosialisasi proses produksi, yaitu, penjelasan ilmiah mengenai landasan objektif revolusi sosialis.

Kedua masalah ini telah dipecahkan di dalam volume pertama Modal, yang mendeduksi perampasan terhadap kaum perampas sebagai akibat tidak terelakkan dan kesudahan produksi nilai-lebih dan dari konsentrasi progresif dari modal. Dengan itu, sejauh yang mengenai teori, kebutuhan pokok gerakan pekerja dipenuhi. Kaum buruh, yang terlibat aktif di dalam perang (perjuangan) klas, tidak mempunyai kepentingan langsung dalam persoalan bagaimana nilai-lebih didistribusikan di kalangan masing-masing kelompok penghisap; atau dalam persoalan bagaimana, di dalam proses distribusi ini, persaingan menimbulkan penataan-kembali produksi.

Itulah sebabnya mengapa, bagi kaum sosialis pada umumnya, volume ketiga Modal tetap merupakan sebuah buku tidak terbaca. Tetapi, di dalam gerakan kita, yang berlaku bagi doktrin-doktrin ekonomi Marx, berlaku pula bagi penelitian teoritis umumnya. Merupakan ilusi semurninya untuk menganggap bahwa klas pekerja, di dalam gerakan pasangnya, dapat atas kemampuan sendiri menjadi tak-terhingga kreatifnya di dalam wilayah teoritis. Benar bahwa, seperti dikatakan oleh Engels, kaum buruh saja yang dewasa ini memelihara suatu pemahaman akan dan kepentingan dalam teori. Hasrat kaum buruh akan ilmu-pengetahuan merupakan salah-satu dari manifestasi kultural yang paling mencolok dewasa ini. Secara moral, juga, perjuangan klas-pekerja menandai renovasi kultural masyarakat. Tetapi partisipasi aktif kaum buruh di dalam derap-maju ilmu sangat bergantung pada pemenuhan kondisi-kondisi sosial tertentu.

Dalam setiap masyarakat berkelas, kultur intelektual (ilmu pengetahuan dan keahlian) diciptakan oleh klas yang berkuasa; dan tujuan kultur ini adalah sebagian untuk menjamin pemuasan langsung kebutuhan-kebutuhan proses sosial, dan sebagian lagi untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan mental para anggota klas yang memerintah. Dalam sejarah perjuangan-perjuangan kelas sebelumnya, klas-klas yang beraspirasi (seperti Golongan Ketiga masa baru-baru ini) dapat mengantisipasi kekuasaan politik dengan menegakkan suatu dominasi intelektual, sejauh-sementara mereka masih merupakan klas-klas yang ditundukka--mereka dapat membangun suatu ilmu baru dan suatu keahlian baru terhadap kultur yang sudah ketinggalan jaman dari periode dekaden itu.

Proletariat berada dalam suatu kedudukan yang sangat berbeda. Sebagai suatu klas yang tidak-bermilik, ia tidak dapat dalam proses pasangnya perjuangan secara spontan menciptakan suatu kultur mental mereka sendiri, sementara ia tetap berada dalam kerangka masyarakat burjuis. Di dalam masyarakat itu, dan selama landasan-landasan ekonominya bersikukuh, tidak bisa ada kultur lain kecuali suatu kultur burjuis. Sekalipun para profesor sosialis tertentu mungkin menyoraki pengenaan dasi, penggunaan kartu-kartu nama, dan mengendarai sepeda oleh kaum proletar sebagai contoh-contoh yang patut diperhatikan mengenai partisiupasi dalam kemajuan kultural, kaum pekerja itu sendiri tetap berada di luar kultur sejaman/kontemporer. Walaupun adanya kenyataan bahwa kaum buruh dengan tangan mereka sendiri menciptakan seluruh substratum sosial dari kultur ini, mereka hanya diperkenankan menikmatinya sejauh perkenan seperti itu dipersyaratkan untuk kinerja yang memuaskan dari fungsi-fungsi mereka di dalam proses ekonomi dan sosial dari masyarakat kapitalis.

Klas pekerja tidak akan berada di dalam suatu poisisi untuk menciptakan suatu keahliannya sendiri sampai ia telah sepenuhnya beremansipasi dari posisi klasnya yang sekarang. Paling-paling yang dapat dilakukannya dewasa ini adalah mengamankan kultur burjuis terhadap vandalisme reaksi burjuis, dan menciptakan kondisi-kondisi sosial yang diperlukan bagi suatu perkembangan kultural yang bebas.

Bahkan sepanjang garis-garis ini, kaum buruh, di dalam bentuk masyarakat yang berlaku, hanya dapat maju sejauh mereka-bagi diri mereka sendiri-dapat menciptakan senjata-senjata intelektual yang diperlukan dalam perjuangan mereka untuk pembebasan.

Tetapi pencadangan-pencadangan ini memaksakan pada klas pekerja (yaitu, pada para pimpinan intelektual kaum buruh) batasan-batasan yang sangat sempit di bidang kegiatan-kegiatan intelektual. Wilayah enerji kreatif mereka dibatasi pada satu departemen ilmu-pengetahuan yang khusus, yaitu ilmu pengetahuan sosial. Karena, sejauh berkat kaitan khas dari gagasan Golongan Keempat (Fourth Estate) dengan kurun historis kita, pencerahan yang menyangkut hukum-hukum perkembangan sosial telah menjadi esensial bagi kaum buruh di dalam perjuangan klas, keterkaitan ini telah membuahkan dengan baik sekali dalam ilmu pengetahuan sosial.dan monumen dari kultur proletarian jaman kita sekarang: doktrin Marxis.

Tetapi ciptaan Marx, yang sebagai suatu karya ilmiah merupakan suatu keutuhan raksasa, melampaui tuntutan-tuntutan sederhana dari perjuangan kelas proletar yang untuknya ia diciptakan. Baik di dalam analisisnya yang terinci dan lengkap-menyeluruh mengenai ekonomi kapitalis, maupun di dalam metode penelitian historisnya dengan medan penerapannya yang tiada terhingga, Marx telah menawarkan jauh lebih banyak daripada yang secara langsung esensial bagi prilaku praktis perang (perjuangan) klas itu. Hanya dalam keseimbangan dengan berderap-majunya gerakan kita, dan menuntut pemecahan persoalan-persoalan praktis baru, kita sekali-lagi menimba ke dalam kekayaan pemikiran Marx, agar darinya menimba dan menggunakan fragmen-fragmen baru dari doktrinnya.Tetapi karena gerakan kita, seperti semua kampanye kehidupan praktis, cenderung untuk bekerja terus dalam alur-alur pikiran lama, dan bergayut pada azas-azas setelah azas-azas itu berhenti dalam kesahihannya, maka penggunaan teoretis sistem Marxis itu berjalan dengan sangat lambat.

Maka, apabila dewasa ini kita mendeteksi suatu stagnasi di dalam gerakan kita sejauh yang mengenai masalah-masalah teoritis ini, ini bukanlah karena teori Marxis yang menghidupi kita itu tidak mampu berkembang atau telah menjadi ketinggalan-jaman. Sebaliknya, adalah karena kita belum belajar bagaimana membuat suatu penggunaan yang sepadan dari senjata-senjata mental yang paling penting yang telah keluarkan dari gudang senjata Marxis berdasarkan kebutuhan mendesak kita akan senjata-senjata itu di dalam tahap-tahap dini perjuangan kita. Tidaklah benar bahwa, sejauh yang menyangkut perjuangan praktis, Marx sudah ketinggalan jaman, bahwa kita telah menggantikan/ membuang Marx. Sebaliknya, Marx, di dalam ciptaan ilmiahnya, telah melampaui kita sebagai suatu partai pejuang-pejuang praktis. Tidak benar bahwa Marx tidak lagi mencukupi bagi kebutuhan-kebutuhan kita. Sebaliknya, kebutuhan-kebutuhan kita masih belum sepadan bagi penggunaan gagasan-gagasan Marx.

Demikianlah adanya dengan kondisi-kondisi sosial dari keberadaan proletarian di dalam masyarakat masa-kini, kondisi-kondisi yang pertama kali dijelaskan oleh teori Marxis, membalas dendam dengan nasib yang mereka paksakan atas teori Marxis itu sendiri. Walaupun teori itu merupakan suatu alat kultur intelektual yang tiada bandingannya, ia tetap tidak terpakai karena, sementara ia tidak bisa diterapkan pada kultur klas burjuis, ia sangat melampaui kebutuhan-kebutuhan klas pekerja di dalam persoalan persenjataan bagi perjuangan sehari-hari. Tidak sebelum klas pekerja dibebaskan dari kondisi-kondisi keberadaannya yang sekarang, metode penelitian Marxis itu akan tersosialisasikan berangkaian dengan cara-cara produksi lainnya, sehingga ia dapat sepenuhnya dipergunakan demi keuntungan kemanusiaan seluruhnya, dan dengan demikian ia dapat dikembangkan hingga sepenuh-penuhnya menurut kapasitas fungsionalnya.

Catatan
*) Sebuah karya Grossmann: The Law of Accumulation and the Breakdown of the Capitalist System, terbitan tahun 1930, membahas khusus mengenai teori tentang tingkat laba (the fall of the rate of profit/Jatuhnya tingkat laba) yang memang merupakan inti teori tentang nilai dan sistem kapitalisme.

http://www2.cddc.vt.edu/marxists/indonesia/archive/luxemburg/1903-Stagnasi.htm

2009-10-05

Riwayat Leon Trotsky  

 

Riwayat Leon Trotsky1879-1940

Riwayat Leon Trotsky1879-1940 Lev Davidovitch Trotsky lahir tahun 1879. Saat itu gerakan buruh di Rusia belum timbul dan bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada kelas buruh sama sekaki. Kekaisaran Rusia masih terbelakang, tanpa demokrasi parlementer atau kebebasan pers. Namun pada akhir abad XIX Rusia mulai berubah secara dahsyat. Sistem kapitalis mulai berkembang, dan kelas-kelas baru timbul: kelas burjuis atau kapitalis dan kelas buruh industrial. Kelas buruh itu menjadi sangat militan dan terpengaruh oleh gerakan sosialis di Eropa barat. Aksi mogok menggoncang masyarakat Rusia, dan tahun 1905 terjadi pemberontakan revolusioner. Kaum buruh mendirikan lembaga tipe baru, yang disebut soviet (artinya dewan). Soviet yang muncul di ibukota St Petersburg merupakan majelis demokratik dengan wakil-wakil yang dipilih di setiap tempat kerja. Ketua sovietnya ialah Lev Trotsky. Saat itu Trotsky lebih terkenal daripada Lenin sendiri. Soviet tersebut dipatahkan oleh pemerintah, tetapi kemudian menjadi model untuk pemerintah Bolshevik tahun 1917. Peranan Trotsky dalam Revolusi pertama tahun 1905 sudah kita singgung. Sebenarnya Trotsky adalah tokoh terpenting dalam pemberontakan itu. Lenin sendiri belum 100% matang pendekatan politiknya. Sebelum tahun 1905 Lenin menganjurkan teori (yang diambil dari Kautsky) bahwa kesadaran revolusioner harus disuntikkan dari luar ke dalam kelas buruh oleh golongan intelektual. Baru tahun 1905 Lenin melihat segi spontan dari proses penyadaran kelas buruh, kemudian pemikirannya menjadi lebih kaya dan canggih. Setelah kebangkitan tahun 1905 dikalahkan, Trotsky harus keluar negeri dan bermukim di New York. Di kota itu dia menjadi editor dari sebuah harian sosialis. Baru bulan Mei tahun 1917 berhasil kembali ke Rusia. Dia melihat dengan segera bahwa partai Bolshevik merupakan satu-satunya organisasi revolusioner yang betul-betul mampu untuk merebut kekuasaan. Trotsky dan Lenin kedua-duanya adalah tokoh revolusioner terkemuka dalam revolusi tahun 1917, tetapi sebelum tahun itu mereka berbeda pendapat dalam dua hal yang sangat penting: (1) peranan partai revolusioner, (2) dinamika revolusi sosialis. Lenin berusaha mendirikan "partai pelopor", sedangkan Trotsky masih mendukung model sosial-demokrat. Dalam hal ini Lenin terbukti benar, dan itu diakui Trotsky sendiri pada tahun 1917. Trotsky masuk partai Bolshevik dan segera terpilih menjadi angota dari pimpinan. Namun Trotskylah yang menganalisis dinamika revolusi dengan lebih tepat. Lenin masih terpengaruh oleh gagasan tradisional sosial-demokrat bahwa Rusia, sebagai negeri yang masih sedang berkembang, harus melalui tahap kapitalis sebelum kaum buruh bisa menjalankan revolusi sosialis. Sedangkan Trotsky melihat bahwa Rusia sedang mengalami proses yang lebih kompleks. Sosialisme memang belum mungkin dalam satu negeri miskin itu, tetapi karena industri kapitalis sudah berkembang dan kelas buruh sudah muncul dan berlagak militan, kaum buruh toh bisa merebut kekusaan dan mulai menempuh jalan sosialis. Setelah itu, revolusi sosialis ini harus meluas ke negeri-negeri lain yang lebih kaya, terutama jerman, Kalau tidak meluas dan tetap terisolasi, revolusi itu akhirnya akan gagal. Ini yang disebut teori "revolusi permanen". Beberapa tahun sebelum Revolusi Oktober, Trotsky sering bergaul dan berdialog dengan aliran Menshevik, tetapi tahun 1917 dia mengakui bahwa kaum Menshevik sudah bukan revolusioner lagi. Trotsky sendiri mempunyai grup yang bernama "Organisasi Antar-Daerah" (Mezhraiontsi - Interdistrict Organisation) dengan beberapa tokoh intelektual penting seperti Lunacharsky. Namun anggota grup tersebut jumlahnya beberapa ratusan saja, sedangkan partai Lenin betul-betul mempunyai kader dan massa. Lenin mengundang Trotsky dan teman-temannya masuk partai Bolsehevik bahkan untuk menjadi pimpinan, tapi Trotsky ogah. Dia mentuntut agar kedua organisasi itu harus bersatu dengan mengambil nama baru. Ini jelas kurang realistis, dan hal itu lama-lama harus diakuinya juga. Akhirnya dia serta teman-temannya toh masuk partai Bolshevik secara formal pada bulan September. (Secara praktis mereka sudah tampil sebagai kader Bolsehvik sebelumnya). Dan Trotsky terpilih sebagai ketua soviet di ibukota. Sesudah revolusi Bolshevik bulan Oktober Trotsky menjadi menteri terpenting yang kedua dalam pemerintahan. Pemerintah tersebut sering dinamai "pemerintah Lenin-Trotsky". Peranannya bermacam-macam, namun yang paling penting adalah peranannya sebagai panglima Tentara Merah yang membela rezim Soviet, dalam perang sipil yang disebabkan perlawanan dari kaum burjuis dan pasukan asing yang masuk wilayah Soviet. Untuk bertahan dalam situasi segawat itu, Tentara Merah harus bersiasat dengan sangat pandai. Kebanyakan tentara bukan buruh melainkan petani, yang sebenarnya bukan sosialis. Selain itu Trotsky harus bergantung pada sejumlah opsir dan ahli militer burjuis. Dia sering dikecam oleh sekelompok Bolshevik yang agak cemburu melihat Trotsky begitu naik daun dalam rezim Soviet. "Oposisi Militer" ini sebetulnya merupakan salah-satu unsur yang kemudian mendukung Stalin dalam upayanya untuk menyisihkan Trotsky. Revolusi di Rusia memang terisolasi dan akhirnya gagal, namun dengan cara yang tak terduga. Kaum pemilik modal swasta tidak berhasil menghancurkan rezim soviet. Tetapi rezim itu mengalami degenerasi dari dalam. Setelah wafatnya Lenin, Stalin menjadi diktator dan menindas kaum buruh serta petani secara kejam. Trotsky melawan Stalin dan dia dideportasikan, kemudian harus hidup di Meksiko, dan akhirnya dibunuh oleh seorang intel Soviet. Partai-partai Komunis seperti PKI memfitnah Trotsky sebagai seorang "fasis"; tetapi rezim Stalinlah yang menandatangani persetujuan dengan Hitler tahun 1939. Sebelum meninggal dunia Trotsky mendirikan gerakan "trotskis" atau "Internasional Keempat". Aliran kami (yaitu Suara Sosialis dan aliran internasional International Socialist Tendency) berasal dari aliran trotskis tersebut. Kami tidak setuju dengan Trotsky dalam beberapa hal. Misalnya kami menganalisis bekas Uni Soviet sebagai sistem "kapitalisme negara", sedangkan Trotsky dan beberapa grup "trotskis" lainnya beranggapan, Uni Soviet itu mempunyai sifat-sifat tertentu yang lebih progresis dari kapitalisme dan yang mengarah ke sosialisme. Namun kami mengakui Trotsky sebagai seorang tokoh revolusioner penting sederajat dengan Marx, Lenin, Gramsci dan Rosa Luxemburg.

Sumber: Suara Sosialis

Rumah Kiri - Situs Kaum Kiri Indonesia

http://rumahkiri.net _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 9 August, 2007, 15:30

2009-09-12

Keajaiban Al-Qur’an dengan Astronomi  

Penciptaan Alam Semesta

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut:

"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.


Mengembangnya Alam Semesta

Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)

Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.


Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

 

Pemisahan Langit dan Bumi

Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut:

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al Qur'an, 21:30)

Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.

Garis Edar

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.


Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.

Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:

"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)

Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.

Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.

Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah.

Bentuk Bulat Planet Bumi

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." (Al Qur'an, 39:5)

Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur'an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur'an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

 

Atap yang Terpelihara


Gambar ini memperlihatkan sejumlah meteor yang hendak menumbuk bumi. Benda-benda langit yang berlalu lalang di ruang angkasa dapat menjadi ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta Maha Sempurna, telah menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung istimewa ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena terlanjur hancur berkeping-keping ketika masih berada di atmosfir.

Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:

"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)

Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.

Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.

Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.


Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.

Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.

Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:

Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi.

Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.

Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.

Energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada Matahari sungguh amat dahsyat sehingga sulit dibayangkan akal manusia: Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan 100 juta bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima. Bumi terlindungi dari pengaruh merusak akibat pancaran energi ini.
The magnetosphere layer, formed by the magnetic field of the Earth, serves as a shield protecting the earth from celestial bodies, harmful cosmic rays and particles. In the above picture, this magnetosphere layer, which is also named Van Allen Belts, is seen. These belts at thousands of kilometres above the earth protect the living things on the Earth from the fatal energy that would otherwise reach it from space.

Langit yang Mengembalikan

Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur'an, mengacu pada fungsi "mengembalikan" yang dimiliki langit.

"Demi langit yang mengandung hujan." (Al Qur'an, 86:11)

Kata yang ditafsirkan sebagai "mengandung hujan" dalam terjemahan Al Qur'an ini juga bermakna "mengirim kembali" atau "mengembalikan".

Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi "pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.

Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.

Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.

Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.

Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur'an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.

Thank To Harun Yahya

2009-09-09

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Yunani Kuno  

Teknologi Yunani Kuno berkembang maju pada saat abad ke-5 SM, dan sampai dengan zaman Roma dan seterusnya. Penemun yang dianggap dihasilkan oleh Yunani Kuno termasuk gir, skrup, obeng, jam air, ketapel, teknik pembuatan barang dari perunggu dan penggunaan uap untuk menggerakkan mesin dan mainan. Kebanyakan ciptaan ini berlaku di akhir zaman Yunani, sering kali diinspirasikan untuk memperbaiki senjata dan taktik dalam peperangan. Dan juga diterapkannya teknologi kincir air untuk alat eksloitasi oleh orang-orang Roma. Mereka juga mempunyai sistem pensurveian dan matematika tahap tinggi, dan banyak kemajuan mereka, diterbitkan oleh ahli falsafah seperti Archimedes dan Hero.

Teknologi air

Sumber air adalah antara sumbangan terpenting dari Yunani kuno kepada banyak teknologi modern. Banyak bidang yang bergantung kepada sumber air, terutama di kawasan pelabuhan, seperti penggunaan air bawah tanah, perpipaan untuk saluran air, tanggul dan saluran air hujan, air mancur, air untuk kebutuhan rumah tangga dan serta air untuk tujuan rekreasi.

Pertambangan

Orang Yunani membangun tambang-tambang perak sampai di Laurium, dan keuntungannya digunakan untuk pembangunan Athena sebagai sebuah pelabuhan dan negara. Bijih-bijih yang ditambang dari dalam tanah dibersihkan dan kemudiannya dileburkan untuk menghasilkan logam perak asli. Tempat-tempat pembersihan bijih ini, yang dipercantik. Pertambangan tersebut dilengkapi tangki-tangki yang menampung air hujan atau salju ketika musim dingin.

Teknologi

Perkembangan teknologi yunani Kuno agak terhambat karena pandanganya terhadap buruh, menurut mereka buruh adalah hina dan tidak boleh mengaplikasikan teknologi. Namun, akhirnya pada abad ke-6SM oleh Eupalinos di Samos telah memberi pandangan baru bahwa buruh harus mempunyai skill dan boleh mengakplikasinya.

Teknologi Yunani Kuno

Teknologi

Tahun

Keterangan

Kartografy

sekitar 600 SM

Penggabungan peta geografi pertama dibuat oleh Anaximander dan Erasthothenes

Derek

sekitar 515 SM

Alat penghemat tenaga yang membuat pekerjaan menjadi lebih efisien. Kemudian pemakaian roda ditambah untuk pekerjaan yang lebih berat.

pasak

sekitar abad ke-5 SM

Pasak dengan jenis yang lain, diperkenalkan di Yunani pada abad 5 SM

Gear

sekitar abad ke-3 SM

Perkembangan dari zaman prasejarah untuk tujuan yang praktis

Sistem Pipa

sekitar abad ke-5 SM

Saluran pipa digunakan untuk mencukupi kebutuhan air yang biasa digunakan sehari-hari

     

Perencanaan Kota

sekitar abad ke-5 SM

Miletus adalah orang yang pertama kali merencanakan tata kota yang mempunyai batas dan ruang terbuka

     
     

Lighthouse

sekitar abad ke-3 SM

Lighthouse di Alexandriaas didesain oleh Sostratus dari Cnidus.

Astrolabe

sekitar 300 SM

Digunakan pertama kali pada tahun 200SM, ditemukan oleh Ctesitius

Odometer

sekitar abad ke-3 SM

Odometer adalah alat untuk menentukan jarak perjalanan, ditemukan pada abad 3 SM oleh Archimedes

Meriam

sekitar abad ke-3 SM

Ctesibius dari Alexandria mencipta sebuah bentuk meriam primitif, dioperasi oleh tekanan angin.

     

Dermaga

sekitar 200 SM

Ditemukan oleh Athenaeus dari Naucratis.

Kincir Angin dan pompa air

sekitar abad ke-2 SM

Ditemukan oleh Ctesibius yang sangat berguna untuk mencukupi kebutuhan

     

Komputer analog

150 SM

Komputer analog sebagai alat hitung sederhana dan ditemukan oleh archimedes

Pintu otomatis

Abad 1SM

Ditemukan oleh Alexandria, Pintu otomatis untuk kuil.

Arsitektur Yunani Kuno

Arsitektur ( bangunan yang dikerjakan menjadi suatu desain yang estetik) mulai berakhir di Yunani dari akhir periode Mycenaean ( sekitar 1200 BC) sampai abad ke 7 BC, manakala kehidupan kota dan kemakmuran kembali dan sampai batas di mana gedung pemerintah dapat dikerjakan. Tetapi sejak bangunan Yunani kuno berada di Archaic dan awal periode klasik dibuat dari kayu atau tanah liat, tidak ada apapun sisa reruntuhan di antara bangunan tersebut kecuali tanah dan di sana hampir tidak ada sumber tertulis tentang awal arsitektur atau uraian dari bangunan tersebut. Kebanyakan pengetahuan tentang Arsitektur Yunani datang dari minoritas bangunan yang menyangkut gaya klasik,Hellenistic dan periode Roma (sejak arsitektur roma mengikuti gaya Yunani). Ini berarti hanya kuil yang bangunannya kuat yang bertahan.
Arsitektur, seperti lukisan dan pahatan tidak dilihat sebagai suatu " seni" pada Periode Yunani jaman kuno. Arsitek adalah seorang tukang yang ahli yang dipekerjakan oleh bangsawan atau orang kaya. Tidak ada perbedaan antara arsitek dan pemborong bangunan. Arsitek merancang bangunan, menyewa tenaga kerja dan tenaga ahli untuk membangun dan bertanggung jawab atas anggaran dan penyelesaian tepat waktu kedua-duanya. Ia tidak menikmati statusnya, tidak seperti arsitek pada bangunan modern. Bahkan nama arsitek tidak dikenal sebelum abad ke 5. Seorang arsitek seperti Iktinos, yang merancang Parthenon, yang hari ini dinilai sebagai seorang arsitektur yang genius, diperlakukan pada waktu itu dalam seumur hidupnya tidak lebih daripada seorang pedagang.

Bentuk standar Gedung pemerintah Yunani dikenal mempunyai bantuk yang sama dari Parthenon, dan bahkan bangsa Roma membangun bangunan mereka ,engikuti gaya Yunani, seperti Kuil untuk semua dewa di Roma. Bangunan pada umumnya membentuk suatu dadu atau kubus ataupun suatu segiempat panjang dan dibuat dari batu gamping. Pualam adalah suatu material bangunan mahal di Yunani: pualam mutu tinggi datang hanya dari Mt Pentelus di Attica dan dari beberapa pulau seperti Paros, dan jalur transportasinya sangat sulit. Batu pualam digunakan dalam pahatan dekorasi, tidak berstruktur, kecuali di dalam bangunan paling agung periode zaman Klasik seperti Parthenon.

Titik dari atap Yunani yang rendah membuat suatu bentuk persegi tiga pada masing-masing tepi bangunan, pediment, yang mana pada umumnya diisi dengan dekorasi pahatan. Sepanjang sisi dari bangunan, antara kolom dan atap, adalah suatu baris blok sekarang dikenal sebagai entablature, yang permukaannya menyajikan suatu ruangang untuk memahat, dekorasi yang dikenal sebagai metopes dan triglyphs. Tidak ada yang dapat menyelamatkan bagunan Yunani dari keruntuhan, tetapi bangunan aslinya dapat dilihat pada beberapa tiruan dari bangunan modern Yunani, seperti Yunani Akademi Nasional yang membangun di Athena,

Format Arsitektur umum lainnya yang digunakan dalam arsitektur Yunani adalah tholos, suatu struktur lingkaran dimana contoh yang terbaik adalah pada Delphi (lihat gambar 1.3) dan tujuan religiusnya adalah melayani pemuja kuil, propylon atau serambi, yang mengapit pintu masuk ke ruangan terbuka dan cagar alam ( contoh yang terbaik yang dikenal adalah pada Acropolis Athens), dan stoa, suatu aula yang sempit panjang dengan suatu colonnade terbuka pada satu sisi yang digunakan untuk mengatur barisan kolom kuil Yunani. Suatu stoa yang telah dipugar adalah Stoa Attalus dapat dilihat di Athena.

Dasar dari segiempat panjang atau kubus pada umumnya diapit oleh colonnades ( baris kolom) pada bagian atas baik dua maupun pada keempat sisinya. Ini adalah format dari Parthenon. Sebagai alternatif, suatu bangunan berbentuk kubus akan membuat suatu serambi bertiang-tiang ( atau pronaos dalam) istilah Yunani) sebagai pembentukan pintu masuknya, seperti terlihat pada setiap Kuil untuk semua dewa. Yunani memahami prinsip dari pekerjaan menembok bangunan lengkung tetapi penggunaannya sangat sedikit dalam bangunan Yunani dan bangunan Yunani tidak meletakkan kubah pada atas bangunan mereka tetapi mengatapi bangunan mereka dengan balok kayu yang ditutup dengan terra cotta ( atau adakalanya batu pualam).

Kuil adalah tempat terbaik yang dikenal umum dalam dunia arsitektural. Kuil tidak mempunyai fungsi yang sama dalam melayani seperti pada gerja modern. Untuk satu hal, altar memikul langit yang terbuka di dalam temenos atau tempat pengorbanan suci. Kuil bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda yang dianggap berhubungan langsung dengan dewa yang dipuja. Kuil adalah suatu tempat untuk pemuja dewa untuk meninggalkan sesaji yang memenuhi nazar mereka, seperti persembahan patung, Pada bagian dalam kuil, cella, begitu para pemuja sebagian besar menyimpan barang pemujaan mereka dalam ruangan besi dan gudang. Dan bangunan itu pada umumnya dilapisi oleh baris kolom yang lain .

Tiap-Tiap Kota di Yunani dengan segala ukurannya juga mempunyai suatu palaestra atau ruang olah raga. Ruangan ini sangat terbuka dengan atap terbuka menghadap ke langit dan dilapisi dengan colonnades, digunakan untuk kejuaraan atletik dan latihan juga sebagai pusat perkumpulan kegiatan sosial dan juga tempat perkumpulan kaum pria. Kota Yunani juga perlu sedikitnya satu bouleuterion atau sidang, suatu bangunan yang besar yang sebagai ruang pertemuanyang menempatkan dewan kota ( boule) dan sebagai gedung pengadilan. Karena Yunani tidak menggunakan bangunan lengkung atau kubah, mereka tidak bisa membangun ruang besar tanpa didukung oleh atap, bouleuterion adalah baris tiang dan kolom internal yang digunakan untuk menopang atap atas.

Terakhir, tiap-tiap Kota di Yunani mempunyai suatu teater. Ini digunakan untuk pertemuan-pertemuan publik atau drama. Acara di dalam teater berkisar pada abad ke 6 BC ( lihat Teater Yunani). Teater pada umumnya yang ditetapkan dalam suatu lereng bukit di luar kota itu , dan mempunyai tempat duduk berupa barisan yang ditetapkan dalam suatu seperdua lingkaran di sekitar area pusat orkes atau acara. Di belakang orkes adalah suatu bangunan rendah yang disebut skene, yang mana bertindak sebagai suatu gudang, suatu kamar ganti, dan juga sebagai latar belakang pada tindakan yang berlangsung di dalam orkes atau pertunjukkan tersebut. Sejumlah Teater Yunani hampir tetap utuh, yang terbaik yang dikenal adalah teater Epidaurus.

Ada dua gaya utama dalam Arsitektur Yunani, yaitu Doric dan Ionik. Nama ini digunakan hanya untuk bangsa Yunani sendiri. dan mencerminkan kepercayaan mereka pada Ionic dan Doric dari zaman kegelapan, tetapi ini tidak sepenuhnya benar. gaya Doric digunakan di tanah daratan Yunani dan tersebar dari sana pada wilayah jajahan Yunani di Italia. gaya Yang bersifat ionik digunakan di kota besar Ionia ( sekarang pantai barat Turki) dan sebagian dari pulau Aegean. Gaya Doric jadi lebih keras dan formal, yang bersifat ionik jadi lebih longgar dan dekoratif. Gaya Corinthian yang mempunyai banyak hiasan adalah perkembangan akhir dari gaya ionik. Gaya ini dikenal hingga ke ibu kota, tetapi ada perbedaan banyak dalam poin-poin desain dan dekorasi antara gaya tersebut. Lihatlah artikel yang terpisah pada golongan klasik.

Matematika Yunani Kuno

Pengaruh matematika Yunani berlanjut selama beraba-abad. Aritmatika, Geometri dan aljabar yang masih banyak digunakan saat ini.

Sebagai contoh, Phytagoras memiliki gagasan bahwa segala sesuatu di semesta dapat dinyatakan dengan angka

Ilmuwan penting dalam bidang ini:

a. Phytagoras: Teorema Phytagoras, bilangan irrasional,

b. Archimedes: Menyumbangkan kombinatorik & persamaan kubik.

c. Aristoteles: Menyumbangkan logika matematika.

d. Plato: Menyumbangkan matriks, invers, dan teorema dasar aljabar (bersama Ababar).

Astronomi Yunani kuno

a. Astronomi Yunani cukup maju setelah berabad-abad pengamatan Yunani Kuno untuk pertama kalinya model matematika. Dalam ilmu ini, heliosentris mengalami perdebatan yang cukup panjang.

b. Beberapa ilmuwan yang mengambil peranan dalam astronomi Yunani antara lain:

1. Archimedes

2. Pythagoras

3. Chios Methodorus

4. Democritus

5. Empedokles

6. Epicurus

7. Copernicus

8. Ptolomeus

9. Newton

Geologi dan Seismologi

Gempa Bumi yang berasal dari bawah tanah telah berhasil diteliti oleh orang Yunani kuno. Banyak pendapat yang muncul sehingga menjadikan topik ini terus berlanjut. Christopher L Linier adalah orang yang meneliti hal teresebut

Fisika dan Meteorologi

Perkembangan ini dimulai saat Archimedes yang menemukan tekanan Hidrostatis. Dan Democratus, Leocippus, dan beberapa ilmuwan lainnya menemukan teori model atom. Plato juga turut menyumbangkan sumbangsihnya lewat Polihedron dan Segitiga. Hal lainnya yang ditemukan adalah listrik, magnet, siklus air dan lainnya.

Socrates juga menjelaskan mengenai fenomena alam dan bagaimana terjadinya alam dan bgaimana terjadinya fenomena atmosfer.

Kimia Yunano mempunyai teori atom dan selanjutnya Thales meneliti air. Anaximenes menelaah udara, helicratus meneliti api sebagai sumber substansial bumi.

Empedocles menambahkan bahwa bumi terkombnasi oleh unsur elemen yang bekerja sama dengan cinta dan kekejaman. Teori ini yang dikembangkan Aristoteles,dia juga ikut mengkritik model atom Leocippus dan Democritus.

Obat-obatan dan psikologi

Obat-obatan, memegang peranan penting selama 1500 tahun. Penemuan ini telah ada sebelum Hipocrates mengembangkannya

Dan di Alexandria telah terkumpul 20.000 teks halaman masalah psikologi

Pada zaman Yunani kuno ini ada banyak macam perkembangan dan banyak pula ilmuwan yang mengembangkannya. Hal tersebut menggambarkan, betapa penuh misterinya dunia seisinya ini. Meskipun, beberapa teori zaman ini sebagagian terbantahkan dan terpatahkan namun, tetap saja beberapa ilmu yang banyak lainnya tetap sebagai dasar ilmu-ilmu danpenelitian lain. Masa Yunani telah ter;ebih dahulu berlalu, akankah berlalu tanpa arti? Inilah tantangan generasi muda dan ilmuwan untuk tetap berinovasi, berkreasi, bercipta, rasa, karsa untuk sebuah kemauan ilmu denagn logika yang berasional dan berbudaya.